29/04/09

ECONOMY IN JOURNEY,.

Medan, 22 April 2009
Sekitar pukul 17.00 wib, bus pariwisata mulai melaju dengan kecepatan yang normal, melalui serangkaian pemandangan di setiap jalanan kota medan, yang sebagian masih asing bagiku. Tapi sebelumnya, kami berangkat dari parkiran Fakultas Ekonomi USU, dengan 33 peserta, yang sebenarnya sangat jauh dari jumlah total panitia natal EKONOMI 2008. Banyak hal yang menyebabkan kenapa hanya 33 orang yang berangkat. Namun apapun alasan itu, tidak menghalangi niat kami untuk mewujudkan rencana itu. Sebelum kami berangkat, tidak lupa kami menyerahkan diri kami sepenuhnya kepada yang kuasa, dan meminta perlindungan dariNya yang empunya kehidupan kami. Medan-Siantar, kami masih lebih banyak menghabiskan waktu dengan ngobrol hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dibahas saat itu. Selain ngobrol pemandangan di luar yang sebenarnya tidaklah asing bagiku juga menjadi sasaran, karena jelas perjalanan kali ini beda. Biasanya saya hanya dengan orang-orang sekampung dikala pulang kampong. Kali ini jelas-jelas beda dan banyak hal baru yang didapatkan. Sebagian yang lain juga sibuk beradu vocal yang sebenarnya menyakitkan, menyakitkan kuping maksudnya. Secara bukan aku yang nyanyi. Hahaha….

Siantar, Sekitar pukul 19.30
Masuk kota siantar, dengan tujuan mau belanja sebentar. Da lapar soalnya, lagian jatah makanan Alicia dan Odelio sudah habis jadi sasaran empuk bagi yang lain, mengingat hanya 2 orang itu yang persiapanya matang, sampai makanan pun tak lupa di persiapkan.
Setengah jam di sianatar, kami segere melanjutkan perjalanan, malam makin larut. Tapi kegilaan makin menjadi dengan sedikit konser kejutan yang sebenarnya mengecewakan. Karena tidak satupun lagu yang berhasil dinyanyikan dengan bagus. (Hahahaha…)
Sampai Parapat, hamper 5 Album berhasil kami nyanyikan, mulai dari album Batak, Rohani Batak, Pop Indonesia, Rohani Indonesia, sampai album barat. Tapi dari semua lagu yang dinyanyikan tak satupun yang berhasil dibawakan dengan maksimal. Begitupun sudah cukup menghiburlah.


Parapat, kira-kira pukul 21.00
Masuk kota Parapat, yang terlintas di benakku, sebentar lagi impian naik kapal segera terwujud. Walau agak takut, apalagi sudah malam dan agak mendung. Tetap saja bagiku itu jadi bagian penting yang wajar dinantikan.(Hehehee,.)
Sebelum kapal berlabuh, kami masih sempat berekspresi dengan beberapa kamera yang mungkin sengaja dibawa. Narsisme melanda ekonomi saat itu. Entah kerasukan atau memang suatu kewajaran Sesi Photo-photo berlangsung sampai kapal datang. Dan sampai duduk tenang dalam kapal, keinginan berekspresi dalam photopun tetap berlanjut. Tapi tetap saja kami tenang, karena jujur dalam hati setiap kami, tetap ada perasaan was-was, apalagi diatas danau Toba. Kata orang tidak boleh lasak, harus bisa jaga sikap. Kami pun dengan tenang menikmati jepretan beberapa photographer amatiran, Aldo dan Cerpen, serta merta menikmati suguhan kapal, lagu dan musik Batak.

TUK-TUK, Pukul 23.00
Keruwetan terjadi di tempat ini. Begitu kapal berlabuh, acara penentuan kamar menjadi masalah kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting, untung sang Ibu DENARI dengan bijak menentukan pembagian kamar secara acak dengan konsep berbaur. Acara ini lumayan lama, dan parahnya saya tidak kebagian kamar Ujung-ujungnya saya diberi hak untuk memilih. Pilihan saya jatuh ke kamar no. 22 bersama Cerpen, Leo Guntur, Odelio, Sondri yang akhirnya pindah entah kenapa. Mungkin belum terlalu cocok dengan kami. Secara di kamar itu hanya dia dari Jurusan EP. Acara berlanjut hingga di meja makan. Pihak penginapaan sudah menyajikan makan malam yang sebenarnya sudah sangat telat bagi kami karena kaminya bukan karena pihak mereka. Doa makan malam kali ini dipimpin oleh Marnop. Cukup enak makan kali ini, dengan lauk ayam semur ala tuktuk.
Malam itu gak berhenti sampai disitu, masih dilanjutkan dengan seabrek kegiatan mulai dari acara api unggun dan keakraban. Games yang menuai banyak protes dari peserta malam itu cukup membuat pihak kami sebagai panitia games kewalahan. Banyak kurangnya, mulai dari salah paham sampai ketidakpahaman kami akan games yang dijalankan. Tapi begitupun malam itu cukup meriah. Peserta dikelompokkan menjadi 4 team, POTE, JENGKOL, BALANGA, HUDON. Nama yang disengaja untut semakin mendekatkan kami yang awalnya masih kurang berbaur. Moment yang paling saya sukai di bagian games ini adalah ketika setiap teams di repotkan dengan pembuatan iyel-iyel team dalam waktu 3 menit. Hasil nya sangat diluar dugaan, semua team beradu kreatif, dan sumpah semuanya keren dan gokil abiss. Samapai-sampai kami bingung nentuin siapa pemenangnya. Tapi tetap kami harus membuat keputusan dengan menetapkan BALANGA yang memang harus diakui memang layak untuk ditahbiskan sebagai pemilik iyel-iyel yang paling keren.
Games berakhir, sebagian anggota pun mulai kelelahan dan sebagian lagi mempersiapkan semua hal untuk acara bakar ikan. Bagian ini lumayan seru, sayangnya tidak semua boleh menikmatinya karena sudah pada tidur. Itu pikiran awal ku, ternyata itu salah besar, karena anggota yang sudah tidur, tiba-tiba bangun begitu ikan-ikan sudah matang. Tau sendiri gimana repotnya Rijal, Cerven dan Mancon menghadapi permintaan pelanggan. Hahaha,.....

TUK-TUK di pagi hari.
Malamnya memang bagi beberapa orang termasuk saya, tidak ada niat lagi untuk tidur lagi, melihat jam di HP sudah menunjukkan pukul 4.30 wib, tapi udara dari danau sangat dingin memaksa saya untuk segera masuk kamar. Tapi entah kenapa mata tak bisa diajak kompromi dan perut juga saat itu dalam kondisi kurang enak. Tapi entah jam berapa pagi itu, mata saya tertutup juga. Namun hanya sebentar, mungkin hanya kira menit soalnya, tak lama setelah saya masuk kamar Leo dan Cerpen pun masuk.
Malam pun berlalu, dan saya memulainya dengan menikmati pemandangan pagi dari teras kamar. Semantara itu, Leo sudah berkeliaran menjalani sepanjang pinggiran danau depan penginapan. Mengingat badan sudah semakin gerah karena semalaman tak mandi, saya pun mutusin buat mandi, walau itu keputusan yang salah. Selesai mandi, akupun keluar ngikuti Leo menikmati pagi hari di TukTuk. Banyak nelayan yang sedang berjuang dengan sampan dan jalanya, dan ada juga yang sudah masuk danau untuk berenang pagi itu. Menikmati matahari terbit jadi satu moment yang sangat layak untuk diabadikan, karena citra juga sudah keluar kamar dan tidak lupa dengan kamera. Moment pagi itupun tak lupa kami abadikan.,
Satu per satu anggota pun bangun dan sudah siap untuk melakuakn ibadah kecil pagi itu. Karena sebelum sarapan, ada baiknya kami sarapan Firman Tuhan dulu sambil menikmati indahnya danau toba dengan sinaran matahari yang sangat menawan.
Matahari makin tinggi, semua kegiatan mulai dari naik sepeda sama, berenang sama hingga bakti sosial pun sudah dilaksanakan. Hari itupun kami keluar dari Tuk-Tuk sekitar jam 1.

Insiden Kecil.
Sebelumnya, perlu diingat sebuah insiden kecil telah terjadi di tuktuk, mungkin karena kurang hati-hati, disaat sebagian dari kami beraksi dengan sepeda mengelilingi seputaran jalan di TukTuk, Maya terjatuh dan mengakibatkan luka kecil. Itu mungkin sedikit melenceng dari rencana awal kami dan diluar dugaan kami. Hal itu sedikit banyak telah membuat suasana hati kami agak berubah, karena bagaimanapun tidaklah enak kita mengalami masalah di kampung orang. Walaupun memang kecelakan itu cukup menyakitkan, tidak banyak yang bisa kami lakukan, kami hanya bisa menyemangati dia dengan sedikit pengiburan.

TOMOK dan BATU GANTUNG.
Sekitar pukul 13.00 wib, kapal kami mulai bergerak menuju tomok. Banyak pemandangan menarik sepanjang perjalanan itu, mulai dari lalu lalangnya kapal, hingga pemandangan alam diseputar kami seperti Bukit Cinta diantara air terjun yang sudah hampir kering serta pemandangan yang serba hijau dan memukau mata untuk memandang. Singgah sejam di Tomok, sempat dikagetkan dengan uang masuk yang sebnarnya kurang resmi tapi harus kami berikan demi hunting oleh-oleh yang banyak ditemui di daerah ini. Banyak hal lucu, mulai dari hal tawar-tawaran harga hingga ajang coba-coba barang yang dijual walau tak dibeli dan juga penipuan kecil atas harga yang jauh berbeda dari toko yang satu dengan yang lain. Puas berbelanja perjalanan pun berlanjut, tapi tunggu dulu rombongan belom naik semua. Joseph dan Elida belom diatas kapal. Untung kapal belum terlalu jauh, hingga tidak ada salahnya jika kembali menjemput anak-anak nakal itu (Hehehhe..)
Satu hal yang penting sekali untuk diingat dalam perjalanan kali ini, ketika menuju BATU GANTUNG, ombak lumayan besar dan kapal agak sedikit oleng ke kanan dari awal kapal mulai jalan. Hal ini wajar jika membuat sebahagian besar penumpang ketakutan termasuk saya yang masih perdana dalam hal naik kapal. Lucunya, cewek-cewek masih santai menikmati apapun yang didepan mata, tak perduli dengan keadaan. Sementara kaum pria yang duduk di lantai dua kapal sudah mulai dengan repetan dan rasa takut kenapa tiba-tiba kapal berubah haluan kearah batu gantung. Dalam hati saya hanya bisa berdoa tidak terjadi apa-apa dalam perjalanan ini, saya tak bisa berenang man,...Rasa takut itu segera sirna begitu kapal sampai di lokasi Batu Gantung, karena pemandangan di depan masih lebih kuat daya tariknya daripada rasa takut dalam diri saya. Setelah puas dengan keajaiban kecil itu, kapal segera berputar haluan dan menuju pelabuhan di parapat.

PARAPAT (Kira-kira pkl 16.00)
Tiba di pelabuhan rasa kurang lama diatas kapal menikmati Danau Toba timbul seketika, wajar memang jika rasa rindu ingin kembali lagi datang. Tapi apapun itu, hari itu perjalanan kami harus segera dilanjutkan kembali menuju Medan. Segudang aktivitas sudah menunggu. Sebelum naik ke bus seluruh peserta diabadikan dalam sebuah karya photo yang memang sedikit hancur tapi layak sekali untuk dikenang.
Semoga ada lagi hal-hal menyenangkan seperti ini dilain kesempatan. Economy in Journey of the year ditutup juga.

04/04/09

Megan Joy, salah satu kontestan favorit SIMON COWEL sewaktu audisi harus tersisih di babak 10 besar AMERICAN IDOL. Pribadi yang unik, lucu dan periang. Itu kesan pertama melihat dia diatas panggung. Lebih dalam lagi, masalah Suara dan kemampuan bernyanyi, MEGAN bisa dibilang mempunyai ciri khas dengan tekhnik vokal yang bisa dibilang lumayan. Tidak terlalu bagus tapi tidak juga terlalu buruk.
Bukanlah kemampuan Vocal dia yang dilihat dari seorang MEGAN JOY, tapi personality dan ciri khas suara dia, siapapun akan tau itu MEGAN JOY tanpa harus melihat wajahnya jika memang sudah tau MEGAN JOY itu siapa.

Satu hal yang sering kali buat saya ketawa melihat tingkah MEGAN JOY, dia itu sering kali megang tangan Finalis Cowok seperti orang yang ketakutan bgt. And tingkah uniknya yang seringkali menirukan suara burung. Ibaratnya nih,.klo orang indonesia bilang sepetinya egan Joy tu tipe orang yang latah. Benar gak ya???

Eliminasi kemaren, jadi eliminasi yang paling menyentuh sepanjang sejarah american IDol bagiku, karena walalupun dia biasa saja menghadapinya, tapi kontestan lain seakan-akan belom siap untuk berpisah secepat itu, karena tingkah dia yang lucu, dan aksi panggung dia yang unik tapi kreatif. Serta suara dia yang asal tapi KEREN bakal dirindukan di panggung AMERICAN IDOL season ke-8 ini.

Komentar Simon COwel memang ada benarnya, karena sedikit membosankan melihat dan mendengar dia menyanyikan lagu malam itu. Tapi tetap orang-orang bisa bergoyang mengikuti alunan musik dan suara dia yang mendayu-dayu.

Salah pilih lagu, seperti RANDY JACKSOn bilang mungkin saja benar, tapi seorang finalis american idol harus bisa siap dong nyanyiin lagu apa aja.
Kalau saja bisa memilih yang harus pulang malam itu, lebih baik ADAM LAMBERT, karena dia masih terlalu OVER dalam hal bernyayi buat saya. Jujur, tidak pernah enak didengar. Seperti orang yang teriak-teriak.

Sekalipun MEGAN JOY dah tidak ada lagi di AMERICAN IDOL, aku yakin dia pasti terkenal dengan kemampuan bernyanyi dia yang unik disempurnakan dengan personality yang baik.

02/04/09

DANY GOKEY



American Idol Season 8 TOP 9 meninggalkan sedikit kesan berbeda dalam pikiran saya.
Kenapa??
Bursa Calon Pemenang Sedikit berubah karena Performa kontestan yang satu ini, sangat mempesona bagi saya. Danny Gokey yang menyanyikan lagu "What Hurts The Most" membawakan lagu tersebut dengan elegan, walau sebenarnya dia nampak kelelahan, yang berujung pada kurang maksimalnya Ending dari lagu itu.
Begitupun, Danny sudah memukau banyak pemirsa termasuk SIMON COWEL.
Penampilan DANNY itu menjadi penampilan terbaik malam itu sebelum Kris Allen yang mebawakan lagu- "Aint No Sunshine" pada urutan terakhir, dalam arti penutup show malam itu.
Sementara Adam LAmbert, seperti biasa masih sangat LEBAY menurutku, terlalu banyak nada yang tidak perlu serta suara tinggi yang memaksa. Setiap penampilan dia selalu ada bagian teriak-teriaknya. Gak Penting lah!!!

ALLISON IRAHETA, cewek yang sebelum AMERICAN IDOL pernah juga mengikuti ajang menyanyi sejenis MAMAMIA di Indonesia, tampil sedikit mengecewakan, karena ada beberapa Nada yang tidak tepat sasaran, alias BALING kalau saya pribadi menyebutkan.

Tapi tetap, KRIS ALLEN, ALISON IRAHETA ditambah DANY GOKEY bakal jadi pilihan yang sulit bagi AMERIKA.

01/04/09

TERMEHEK-MEHEK"


Setelah pernyataan publik yang diberikan oleh Helmy Yahya di Ajang Panasonic Award, sesaat setelah pengukuhan acara reality show "TERMEHEK-MEHEK" yang ditayangin Trans Tv meraih satu dari sejumlah award yang berhasil didapatkan. Banyak orang yang mempertanyakan arti dari "Termehek-mehek"itu apa. Karena kata tersebut memang bukanlah sesuatu yang asing di telinga penduduk Medan terlebih masyarakat Batak.

Awal dari acara Termehek-mehek ditayangin di TV, sebenarnya kata itu bukanlah sesuatu yang asing bagi saya pribadi. Tapi karena acaranya lebih banyak mengandung unsur sedih dan air mata. Saya pun berfikir mungkin itu bukanlah bahasa yang sering digunakan atau dipakai di sekitar saya, mungkin saja kata itu mengandung makna lain. Jadi tidak terlalu mempermasalahkannya, mengingat memang Kualitas acara tersebut masih sangat diminati oleh pemirsa Trans TV. Dan Konsepnya juga bagus, dan mengundang simpatik dari masyarakat.

Namun, setelah malam penganugerahan Panasonic Award berlalu, pernyataan tersebut menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat.
"Ternyata kata termehek-mehek itu bahasa medan ya, Bahasa apa??" Itulah yang menjadi bahan pertanyaan nya.
Bagi sebagian masyarakat yang mengerti, dalam hal ini masyarakat Batak Toba, kata termehek-mehek itu lebih banyak diapakai untuk menyatakan seseorang yang tertawa terbahak-bahak atau bahkan tertawa berlebihan sampai orang tersebut kelelahan. dalam arti tertawa yang susah untuk dikendalikan, sangking senangnya. Mungkin itulah artinya, walau mungkin juga tidak sesempurna arti yang sebenarnya.

Arti itu sangat jauh dari kenyataan yang diangkat acara "Termehekmehek" di Trans TV, karena unsur yang paling utama yang ingin disampaikan dalam acara itu adalah perjuangan dan air mati serta perselisihan yang sangat jauh dari unsur "TAWA"
Apalagi sampai harus tertawa "Termehekmehek"

Tapi apapun itu, Kata Termehekmehek memang unik kedengarannya, yang mungkin diartikan lain oleh sebagian orang, atau mungkin tidak diambil dari Bahasa Batak, karena Medan juga didiami oleh beberapa suku, yang memiliki bahasa yang berbeda-beda.

"HANYA PENUTURANKU"

Kring!!!!, kringgg!!!!!!!, Krinnggg!!!!!!!!!!! Kriiinggg!!!!!!!!

Dengan sedikit menggerutu, kesal karena Hand Phone butut ku berbunyi dengan nyaring disertai getaran hebat yang langsung bergesekan dengan papan, lantai rumah tempat saya dan beberapa orang teman tinggal bersama menambah suasana bising yang pada akhirnya memaksa mataku terbuka. Mataku masih pedih, karena memang masih 2 jam saya tidur, tiba-tiba harus dibangunkan tepat jam 2 lewat sedikit. Rasa kesal dalam hatiku spontan berubah segan mengangkat telepon itu begitu tahu nama siapa yang tertera di layar handphone ku. Di biarkan lama setelah saya silence kan, akhirnya saya angkat juga telepon gadis yang sudah lama saya upayakan untuk bisa lepas dari baying-bayang dia.

”Hallo nic!! ngapain nelpon jam segini?, ganggu orang lagi senang aja.”Aku coba mencairkan suasana hatiku dengan sedikit menyalahkan dia, kenapa harus telepon dini hari. Dari kota seberang yang sebenarnya tidak terlalu jauh terdengar langsung ke kupingku jawaban dengan suara yang serak seperti orang habis nangis. “Nggak ada orang yang mau angkat telepon ku Kidz, kaulah yang pertama malam ini” jawabnya. Iya jelaslah gak ada yang mau angkat, ini sudah jam berapa pikirku. Tapi untuk menghargai usaha dia kalau memang benar sudah mencoba menghubungi beberapa orang, akhirnya aku ladeni juga dia ngobrol lewat handphone pagi itu, lumayan lama. Tapi tiba-tiba dia nangis, yang sontak buat aku terkejut dan penasaran. Kenapa dia sampai menangis, padahal kalau bisa saya jujur padanya, saya nggak sanggup dengar dia menangis, apalagi lihat dia langsung dalam kondisi menangis. Itu sudah jadi rahasia umum di sekolahan dulu. “Kenapa kamu nangis nic?” Selaku, setelah beberapa saat aku bingung mau nanya apa. “Aku matiin ni klo masih ada yang nangis!!,” sedikit ancaman ternyata berhasil juga membuat dia tertawa, walau memang itu nggak tulus. Tapi paling tidak, aku nggak dengar dia terisak-isak lagi.

Setelah emosinya agak sedikit netral, dia pun bercerita panjang lebar kenapa dia stress malam itu. “Aku rindu sama mamaku, sebentar lagi dia mau ulang tahun”, ujarnya tiba-tiba. Mendengar hal itu aku sempat terdiam beberapa saat, nggak atau mau bilang apa. Aku cuman berusaha mastiin dia nggak lagi depresi dan berusaha menyemangati dia, yang memang saya pikir memang sanagt wajar dia sedih dan stress. Tapi apa yang bisa saya perbuat untuk dia. “Nic, kamu tenang ya, gak usah terlalu banyak dipikirkan. Percayalah pasti ada sesuatu dibalik yang kamu alami saat ini.”Kucoba menasehati dia, yang walaupun mungkin itu tidak berhasil.

Pagi itu saya benar-benar tidak tau mau berkata apa pada dia, untung dia langsung mengalihkan pembicaraan kami, walaupun pertanyaanya masih terkesan berat, masalah kuliah ku. Bulan empat ini dia berencana mau ke kotaku, ajak ketemuan sekalian mau melihat acara wisuda di tempat saya kuliah. Jujur memang, rencana kedatangan dia sedikit menyemangati saya mau menyelesaikan kuliahku cepat-cepat, tapi disatu sisi saya masih ingin menyelesaikan beberapa mata kuliah perbaikan semester ini. Itu jadi satu pergumulan pribadi dalam batinku.

“Kalau bulan 7, memang kamu gak bisa datang?”tanyaku serius pada dia.

“Aku gak bisa, mau PKL ke kampung-kampung, bulan 4 aja ada libur beberapa minggu!” jawabnya.

“Ya sudahlah, kalaupun kamu gak bisa datang wisudaku, gak jadi masalah lah, lagian kalau kamu datang, keluargaku ntar kaget, ngirain kamu pacarku”, ujarku dengan sedikit bercanda, tapi dasarnya memang mau mincing dia saja.

Mendengar penjelasan ku itu, pribadi dia yang dari awal nelpon tadi hilang, tiba-tiba kembali lagi, sampai-sampai kupingki gak sanggup nampung volume tertawa dia yang over.

“Mana mau aku sama mu”, tapi gak apa-apa lah kalaupun aku dibilang pacarmu sehari itu, kan kau gak laku”, selanya gak mau kalah memojokkanku.

“Kok tau aku gak laku?” tanyaku balik.

Pertanyaanku sedikit memberatkan dia, tapi aku langsung ganti topik bahasan kami saat itu, karena akupun gak mau dengar ocehan dia yang lain, karena dia itu tipe cewek dengan sejuta kamus, yang gak bakalan mau kalah.

“Udah, lupain aja yang terakhir aku bilang tadi, ganti topic!!” sedikit memaksa, tapi dia semangat juga membahas hal lain, yang masih seputar kehidupan kami. Kegiatan-kegiatan setelah tamat SMA, padahal itu sudah sering kali kami bahas. Dasar akunya memang gak tau gimana caranya mencairkan suasana dengan hal-hal yang lebih penting untuk dibahas. Misalany, kenapa aku nggak coba menyinggung pernyataan hatiku yang dulu-dulu sama dia, atau masalah pribadi dia. Tapi karena saya pikir ini bukan waktu yang tepat, sayapun menahan semua itu dalam hati.

Disaat dia sudah mulai kehabisan kata-kata, dan mungkin dia juga tau kalau aku sudah sedikit bosan, diapun dengan segera pamit dan matiin teleponnya.

“Udah ya kidz, kamu tidur aja. thanks da mau kawani aku”, ujarnya sebelum perbincangan kami berakhir.

Sesaat setelah handphone ku mati, pikiranku pun melambung jauh membayangkan dia, aku masih sedikit cemas memikirkan dia, memikirkan perasaan dia yang boleh jadi sangat hancur saat ini. Ujungnya, melalui SMS akupun memeberikan sedikit kata penghiburan, yang walaupun tidak terlalu indah. Aku berharap dia bisa menerimanya.

“Aku jadi kepikiran kamu terus ni nic, gak bisa tidur.,

Aku tau kamu itu bukan cewek yang cengeng, Aku tau kamu itu lebih dari seorang super woman yang sering kamu bilang-bilang. Tapi bagaimanapun kita ini punya keterbatasan juga, jadi aku ngerti apa yang kau rasakan saat ini. Tapi balik lagi kedirimu, kamu harus percaya dan menatap kedepan, bahwa masih panjang perjalanan yang masih harus kamu lalui, buat beliau bangga dengan keberhasilan dan kekuatanmu”.

Aku pikir SMS ku itu bakal gak ditanggapi, ternyata dia masih membalas, mungkin untuk menyakinkan aku kalau dia memang baik-baik saja.

”Udah kidz, aku tenang kok. Tidur aja, jangan salahkan aku kalau kau besok ngantuk-ngantuk di kelasmu,......................”

SMS itupun jadi penutup, dan aku kembali ke tempat tidurku dan berusaha untuk tidur lagi, walau agak susah aku berhasil juga bisa tidur lagi, entah jam berapa saat itu.

Anda yang Ke....